Selasa, 01 Maret 2011

Jangan Pukul Wartawan!

Belum lagi tuntas kasus Dipo Alam yang dituduh menghalang-halangi mendapatkan informasi bagi 2 stasion televisi dan satu media cetak, kemarin malam (Senin, 28/2) dua orang wartawan, reporter dan kameraman Global TV melaporkan sebuah peristiwa penganiayaan terhadap keduanya ke Polres Jakarta Selatan.

Penganiayaan itu berawal dari saat mereka ditugaskan meliput berita kepastian kabar Mulan Jameela melahirkan. Berita ini memang sudah santer di mana-mana. Konon Mulan melahirkan seorang putri di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan. Naluri membawa keduanya mendatangi rumah Mulan yang bersebrangan dengan rumah Ahmad Dhani, presiden management Republik Cinta. Nah, saat kameraman mengambil gambar rumah Mulan dari jalan raya, sekelompok orang menyambangi mereka, meminta kaset rekaman, dan entah bagaimana awalnya, keduanya mengaku dipukuli. Sampai polisi datang menyelamatkan mereka.

Jangan pukul wartawan! Ini negeri punya hukum bung! Wartawan punya aturan main dan dilindungi. Kalau memang ada sesuatu yang dianggap melanggar aturan mereka, ajukan keberatan ke organisasinya. Tidak ada yang berhak memaksa seorang wartawan menyerahkan hasil liputannya kepada siapapun. Sekali lagi, wartawan dilindungi dalam menjalankan profesinya.

Tidak tertutup kemungkinan seorang wartawan melewati batas. Sekali lagi, kalau itu terjadi, ajukan keberatan. Bahkan jika misalnya ada yang tidak menerima hasil berita yang ditayangkan, ada yang namanya hak jawab.

Bagaimanapun, main sita, main pukul, keroyok menjadi masalah tersendiri. Mari kita saling menghargai profesi dan saling mengingatkan. Negeri kita punya aturan yang pasti.

4 komentar:

  1. Laris Naibaho Kalau misalnya tidak terima pun terhadap Hak Jawab, masih ada Kepolisian RI untuk mengadu. Jangan gunakan Hukum Rimba, karena Hukum Rimba tidak termasuk dalam hirarchi Per Undang-undangan kita. Begitukah?
    15 hours ago · Like

    Harry Harzufri Ahmad Dani berkilah wartawan Global TV telah melanggar daerah privasinya....Naif. padahal selama ini artis rela dikuliti sampai kulit arinya demi mendapatkan efek publikasi....Azas ASDAMBA harus diberlakukan memburu berita menyangkut seseorang yang lahir dan ingin mendapatkan identitas...siapa bapak da ibunya...Tapi belum pernah ada berita Wartawan pukul Artis ya....gimana kalo kita mlai????
    2 hours ago · Like

    Remy Soetansyah Full Hah, Harry, jangan, nanti alm Hoetasoehoet tidak tenang melihat insan pers bertindak begitu.
    2 hours ago · Like
    Laris Naibaho Jangan begitu Harry. Yng jahat memang akan melahirkan yang jahat. Tapi itu hanya di zaman Jahilyah. Mata ganti mata, dan gigi ganti gigi. Kalau sekarang, "Bila dirimu lempar cemberut,hadiahi dia dengan senyum." Menjadi menang. Dang 2-0.Karena kalau kau balas, maka apa bedamu dengan yang memukuli? (Khotbah.com)
    2 hours ago · Like

    Harry Harzufri Iya Remy, selama ini hanya ada kasus wartawan digebuki artis, wartawan dipukul politisi, wartawan dibunuh karena menjalankan tugas jurnalistiknya....kayaknya selama ini watrawan pada pihak yang "terlalu" lemah....makanya sudah saatnya wartawan bangkit..jangan lagi dipihak yang lemah.....kapan ya ada watawan yang gebukin artis gara2 si artis menolak diwawancara....hahahaa.... atau si wartawan melakukan perlawanan ketika cameranya dirampas dan dia tersudutkan dengan ancaman sang artis....
    2 hours ago · Like

    Remy Soetansyah Full Hahaha, lu bangunin macan tidur aja Har.
    2 hours ago · Like · 1 person

    Harry Harzufri Bang Laris : Ini hanya rasa muak ku melihat wartawan selama ini terzolimi.....sudah capek rasanya melihat fakta begitu banyak wartawan yang jadi korban...padahal mereka bekerja dilindungi undang-undang.....jangankan digubekui artis yang notabene dikelilingi tukang pukulnya....ditembak pun rela demi mendapatkan berita.....begtulah kira2 jiwa seorang jurnalis....
    2 hours ago · Like

    Ade F Virguna wartawan ga perlu mukul juga tongkrongannya udah serem....kalo jejeran sama PM sereman wartawan...:)) penanya tajemmmmmm
    2 hours ago · Like

    Harry Harzufri Remy : Macan yang masih ada giginya...
    2 hours ago · Like

    Harry Harzufri Tambah serem lagi kalo jago juga main fisik, bisa melakukan perlawanan ketika dijadikan ga objek penindasan....apalagi hanya seorang artis berjiwa preman....
    about an hour ago · Like

    Laris Naibaho Resiko Wartawan, Bung.Membalasnya buka terus kasusnya. Penganiaan sosial atau publik lebih daripada cukup. Wartawan "boikot". Biar publik yang memberi penilaian. Nah, satu hal lagi, Wartawan harus berani membawa kasusnya sampai ke meja hijau. jangan belum-belum sudah berdamai. Laporkan, tuntaskan dan sampai ybs harus masuk bui.
    about an hour ago · Like

    Harry Harzufri Setuju Bung Laris....harus tuntas sampai pengadilan...stigma berdamai pada wartawan harus segera dibuang.....aku sarankan setiap orang yang ingin jadi wartawan harus memiliki salah satu ilmu bela diri...agar jangan lagi jadi objek kekerasan narasumbernya....Mungkin yang cocok Merpati Putih....Ciiiaaaatttt
    about an hour ago · Like

    Remy Soetansyah Full Semoga pihak Global tv membaca percakapan kita ini, dan mendapat aura semangat untuk membela kebenaran.
    35 minutes ago · Like
    Hans Miller Banurea Hayo, berkomentrlah di blog gue, hoiiiii......
    23 minutes ago · Like

    Remy Soetansyah Full Gw gak tau cara komennya. Kemaren udah gw coba. Ech gw harus isi ini dulu, harus itu dulu, jadi malezzz.
    17 minutes ago · Like

    BalasHapus
  2. Georgie Leiwakabessy: jangan berantem eeee

    BalasHapus
  3. Nelson Siahaan: Kalau sekarang lagi rame soal boikot dr seorang Sekkab,Dipo Alam,yang ditujukan terhadap pers,maka saatnya PERS BOIKOT terhadap AHMAD DHANIE.Nenek2 juga tahu persisi yang membesarkan nama sesorang,apalagi enterteiner,tidak lain adalah media massa.Apakah itu elektronik maupun cetak.Tapi,mungkinkah insan PERS MAU untuk bersatu melakukannya.Berita burukk,apalagi yang baik,tentang AHMAD DHANIE jangan ada yang meliput...Bagaimana?

    BalasHapus
  4. Ita Itoy: yaeleh..tw artis2 pda gak berterima kasih banget ya sma wartawan,kl bukan krn wartawan mereka bukan siapa2 kali alias auk akh elap.

    BalasHapus