Ketika Aceh dihajar tsunami, semua orang mengingatkan, ''Tirulah Jepang. Yang begitu siap menghadapi bencana seperti ini.'' Bahkan konon di Jepang yang sering muncul tsunami, bukan hanya kesiapan negara matahari terbit itu menghadapinya, tapi sebagian malah sudah bisa menjadikan bagaimana tsunami itu menjadi tontonan.
Kemarin, Jumat (11/3), tsunami dengan 8.9 SR memorakporandakan Jepang. Semua tercengang. Tontonan di layar kaca mendadak terpusat ke sana. Melihat gedung-gedung pencakar langit bergoyang ke kiri dan ke kanan. Menyaksikan drama di kantor-kantor, dan yang menyeramkan, tentu saja melihat sapuan tsunami di pantai, yang menelan apa saja yang dilewati, lalu kembali dihempaskan ke laut.
Jepang memang luar biasa. Di pantai-pantai mereka mendirikan bangunan kukuh untuk tempat berlindung. Tidak terjamah sang tsunami. Tapi kelihatannya kesiapan tidak selalu menjadi pikiran utama. Buktinya, ribuan orang hilang juga nyawanya. Jepang terguncang. Kilang minyak terbakar. Gudang nuklir pun kena.
Lalu, seluruh dunia gempar. Negeri kita juga disinyalir bisa kena imbas (untung sang tsunami tidak jadi mampir khususnya di Indonesia bagian timur, yang diperkirakan).
Kalau sudah begini, apa yang ada di kepala kita? Ada permusuhan alam dengan manusia yang angkuh setiap saat seperti penguasa melakukan apa saja kehendaknya terhadap alam itu sendiri? Ada kealpaan kepada sang pencipta? Ada apa?
Jepang boleh siap. Jepang boleh kuat, tapi kalau Tuhan mau, apapun bisa terjadi.
Maka.......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar