Tepatnya 23 Desember 2009, nyawaku hampir melayang. Sekitar pukul 21.00 WIB, ojek yang aku naiki disambar mobil. Aku dan si tukang ojek terhempas. Ketika mau berdiri, aku baru sadar, kaki kananku bermasalah. Tepat di bawah tempurung kaki, tulangnya remuk. Rasa sakitnya bukan main. Sebenarnya aku nggak kepikir untuk operasi, jadi selama sekitar tiga bulan kakiku diurut-urut saja. Sampai akhirnya berhadapan dengan dokter, vonisnya harus operasi.
Sepanjang menahan sakit, yang kurasa sakit hanya kakiku. Nggak mau menjalar ke mana-mana (walau sempat dirawat karena persoalan lain, kebanyakan makan obat penahan sakit). Sepanjang masa penantian yang menjemukan itu, aku mencoba mencoret-coretkan apa yang ada di pikiran dan batinku. Setiap ada sunyi, aku menulis. Tulisan itu tersimpan rapi di laptopku. Dan hari ini, setelah setahun operasi kaki, dan aku sudah mulai berjalan normal kembali dengan 16 mur penahan besi permanen di kakiku. Aku kembali membaca coretan-coretan yang satupun tak kukusih judul. Barangkali menarik untuk dibaca, atau malah dibahas?
1
kembali masuki arena
tegakkan dada, tegapkan langkah
berjalan was-was, menatap awas
pompa semangat, libas tantangan, susun rancangan
selama nadi berdetak, jantung berdegup
tetaplah jadi penakluk
sebab hidup untuk ditaklukkan
selamat pagi matahari
selamat pagi semua
aku datang
dan selalu untuk menang
2
Sepilu-pilu sunyi
telah kuanyam menjadi tikar yang lebar
Aku masih rebah di atasnya
menghitung setiap detak perdetak jantung
denyut perdenyut nadi
masanya terlalu panjang dan membosankan
Wahai ketidakberdayaan
hargai usahaku mengenyahkanmu
dari waktu-waktuku
Aku ingin cepat kembali
seperti aku yang sesungguhnya....
Bukan ini duniaku
Bukan ini keseharianku
Bukan ini nasibku
Wahai...........
3
Janji matahari
adalah bersinar terang
sejak pagi menjelang
Tapi, saat langit diselimuti kabut hitam
sang matahari tetap tak berdaya
Kesabarannya menunggu kabut hilang
untuk kembali tepati janji
itu luar biasa.
4
Pagi yang cantik
Matahari tersenyum
langit biru sumringah
Nyanyian daun-daun
mendayu
Aku sedang menyapa kebesaran-Nya
5
Takkan pernah menyerah
dalam masa penangguhan keberdayaan
Sedetik pun harus tetap berarti.
Harus!
6
Romantisme dari ketidakberdayaan dalam kesunyian
adalah munculnya kesadaran introspeksi
Kelemahannya
Introspeksi kadang membuat kesal
karena melihat kembali potret panjang masa lalu
banyak juga yang membuat kesal
akibat munculnya penyesalan
Sialan kesendirian dan kesunyian ini!
7
nyanyian pulang
adalah untaian rindu dan penantian
yang sejenak terbengkalai
dan harus tabah dalam uji-NYA
mengalun pagi ini dengan nada kemenangan
aku pulang
aku pulang....
8
oo sunyi
kau sapa lagi aku
di simpang kebosanan
aku dengarkan nyanyian bulan sabit
di saat yang sama
kudendangkan rintihan perih
dan lirih
lalu
detak jam dinding kamar bertirai putih
masih menjebak batinku
oOo sunyi...
9
Sore ini dengerin musik
sambil menikmati segelas kopi panas dan pisang goreng
Besok kita nonton reality show
dari studio senayan lagi
di layar kaca
Lebih seru nggak ya?
10
Kesendirian
tidak membuat otak berhenti berpikir
Yang berhenti kadang-kadang
adalah keberdayaan
mewujudkan apa yang dihasilkan pikiran
Untung masih ada akal
dan teman-teman yang tulus
memberi semangat dan dorongan
Memastikan
kesendirian
adalah ujian kesabaran dan ketabahan
Terimakasih akal
terimakasih teman yang tulus
11
Nikmati segelas kupi
sepotong roti
nonton tv
sambil mikir-mikir
kaki yang mau dioperasi
Duh, geli!
12
Sudah lewat malam
Tidurlah
Aku
masih hendak memanjakan kesendirianku
dalam pelukan sunyi
Jika nanti lelah
aku akan rebah
di ujung mimpimu
Tidurlah
13
Mengunci pikiran di satu titik
konsentrasi berjuang
Selamat gini hari
semoga teman-teman yang lagi sakit
diberi-Nya kesembuhan
dan kita semua
selalu dalam bimbingan
dan
lindungan-Nya.
14
Sarapan pagi paling bergizi pagi ini
adalah
sapaan tulus
dan senyuman
15
langit mendung
tapi
langit hatiku tenteram
dalam buaian
angin harapan
yang kian berwujud
16
pagi menyapaku ramah
langit seperti biasa
mengernyitkan kening
muram
hendak meneteskan airmata
17
semakin sering kusebut nama-Mu
di detik-detik sunyiku
Dari sekian sering itu
aku berharap
ada yang melintas
di frekwensi sesungguhnya
18
Bangun pagi
mensyukuri rasa sembuh
yang datang pelan-pelan
Lalu hanyut lagi
dalam penantian
yang membosankan
Terimakasih ya Allah
Kau uji aku
untuk menghitung
dan menimbang
semua dalam sunyi
dan waktu yang lapang
Semoga kutemukan
hitam putihku
dengan tepat
19
Semalam aku bermimpi
jalan-jalan di padang tanpa tepi
Dalam sadar
rasa takutku menyeruak
Kuhitung sujudku
yang khusuk tak seberapa
Bayangan bocah-bocah kecilku
yang nyenyak dalam tidurnya
membuat sebuah keyakinan
dan kepastian dalam batinku
Aku ingin pulang
ketika aku sudah siap pulang
Lalu kumulai lagi
menyebut
namaMu
20
Terimakasih Tuhan
Pagi ini
matahari
melambaikan tangan padaku
dari balik kaca jendela kamarku
21
Sudah sore lagi
Aku masih di sini
Tergeletak
Sedang diuji kesabaran
dan ketabahanku
Kadang-kadang
aku merintih kesakitan
Untung tak banyak yang tahu
Untuk apa ya
aku
harus sampai begini?
22
Kalau saja ibuku masih hidup,
aku akan sujud dan mencium kakinya
Selamat hari ibu
kepada semua perempuan
23
Sangat terhormat membela kehormatan
Tapi dibutuhkan kedewasaan
Kearifan
kesabaran
dan ketenangan berpikir
untuk menyikapinya
Apapun itu
24
Semua momen
bisa menjadi awal
perubahan
Saya sedang menikmatinya
25
Dibutuhkan ketegasan
untuk mengurut benang kusut
daripada makin lama makin kusut
mau ke mana
dan akan bagaimana kita ini?
26
Waktu berjalan tak pernah henti
Tanpa sadar
kita sudah sampai di sini
dan
akan terus ke sana
Mari teruslah
kita jalani semua
dengan senyuman yang tulus
dan kedewasaan
yang semakin matang.
27
sendiri itu sunyi
sunyi itu sepi
sendiri itu kesepian
pulanglah
wahai kau yang pergi
28
Gempa lagi
di hatiku
Untung
kau
kembali
tersenyum
29
nyanyian sore
adalah rindu.
ingin menatap
mataMu yang teduh
dan kutebar rinduku
di dalamnya
dalam teduhMu
aku ingin melepas
semua lelah dan gundahku
Lelap dalam dekapanMu
dalam teduhMu
30
Nyanyian pagi ini
adalah nyanyian hati
yang bergairah
ditemani matahari
yang cerah
dan tentu saja
berharap dan berdoa
kita semua
diberi-Nya berkah
yang berlimpah
Jakarta - Bogor 23 Desember 2009 - Juni 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar