Kamis, 14 April 2011

Kematian Tak Pernah Terduga

Seorang teman pencipta lagu tengah main catur dan bercengkerama dengan temannya. Tiba-tiba dia merasa sesak nafas. Karena nggak kunjung hilang (walau dia sangka awalnya hanya masuk angin) temannya memaksa membawanya ke rumah sakit.

Kawan yang bernama Arie Wibowo pencipta dan penyanyi Singkong dan Keju, satu lagi Madu dan Racun yang ngetop di akhir 70-an diboyong ke RS Islam Jakarta (Kamis, 14/4). Nyawa Arie tak terselamatkan. Ternyata serangan jantunglah yang menerkam lelaki berusia 59 tahun itu.

Arie Wibowo yang begitu aktif di dunia musik di era 80-an sudah sejak lama berperang melawan penyakit. Kepada saya dlam beberapa kali ketemuan dan berbincang, dia sering menceritakan bagaimana dia berperang melawan diabetes. Arie memberitahukan pola pengobatan dan obat-obat yang dikonsumsinya untuk itu. Mulai dari obat dokter, sampai obat alternatif. Bahkan Arie berjanji membagi obat diabetes tradisional. Hanya karena kesibukan dan jarang ketemu lagi, tak kesampaian.

Itu bukan soal. Yang menjadi soal adalah, kita akhirnya kehilangan satu lagi insan musik yang pernah menorehkan karya yang fenomenal di blantika musik Indonesia. Ketika Glodok menjadi pusat musik, pendiri grup Bill Brod ini menjadi salah seorang pentolan, khususnya di kalangan pencipta dan produser.

Arie tak pernah berhenti mengurusi dunia musik. Berkarya jalan terus. Setidaknya di tahun ini, dia menelorkan satu rekaman di bawah bendera Nagaswara. Dia ditemani dua dara temuannya. Lalu dia juga belakangan sibuk mengurusi acara-acara musik 80-an, khususnya di Medan yang melaksanakannya tiap bulan.

Arie, bukan hanya selalu semangat memikirkan musik, tapi juga semangat melawan penyakit. Tapi tetap saja, tidak ada yang pernah bisa menebak hadirnya kematian. Dan, kemarin, dia menghembuskan nafas terakhirnya.

Selamat jalan Arie, semoga mendapat tempat di sisi Allah SWT.

1 komentar:

  1. Salam hormat,

    Sy sagat senang dengan tulisan2 bapak yg begitu hangat,sy adalah salah satu org yg bangga dengan bapak krna bapak pekerja keras dan sangat baik hati,sy mengenal bapak beberapa tahun yg lalu waktu itu bapak adalah atasan sy di tabloid 'O' sy sangat senang karena bapak baik hati,ramah,dan tidak sombong.senyuman ramah yg khas yg sllu sy ingat di benak sy,sy sangat senang bisa mengenal anda.sy hanyalah anak yg lahir di dusun sebuah desa di wonogiri..dari dulu sy punya cita2 ingin menjadi penyanyi campursari,yg sllu ingin melestarikan budaya jawa dan budaya2 di indonesia melalui musik,sedikit demi sedikit sy menciptakan lagu jawa dan alhamdulillah sudah ada beberapa lagu.tpi sy bingung harus kemana sy membawa lagu2
    Ciptaan sy ini,sy ngefans sekali dgn penyanyi jawa asal solo Didi kempot,akhirnya sy nyanyikan beberapa lagu didi kempot dan sy upload di situs youtube dengan vocal sy yg sederhana,klu kiranya bapak ada waktu bisa mampir di situs youtube sy (Ratno ragil) sy ingin sekali menyalurkan bakat sy dan melestarikan budaya2 jawa yg ada,inilah sedikit kata hati sy dari anak dusun.terimakasih

    BalasHapus