Sabtu, 05 Maret 2011

Bahasa, Kecil Tapi Penting

Setuju nggak setuju, asyik nggak asyik, mau nggak mau, bahasa selalu menjadi bagian penting dalam sebuah interaksi. Dan, bahasa Inggris, (lagi-lagi, setuju nggak setuju) memang mempunyai posisi terdepan. Bahasa Inggris seakan diciptakan untuk menjadi bahasa dunia.

Sering kita melihat di layar kaca, dalam becandaan artis lokal mengaku tidak bisa bahasa Inggris.  Ya, apa boleh buat. Banyak contoh juga kalau kegagalan berbahasa Inggris menjadi hembatan utama untuk bisa go international, padahal itu menjadi salah satu tujuan, kalau bisa tujuan puncak dalam menjalani karier.

Nun jauh di San Francisco, USA, tanggal 4 Maret kemarin, seorang anak Indonesia berhadapan dengan massa lokal. Kalangan kampus dan musisi. Anak Indonesia itu bernama Balawan, gitaris terkenal asal Bali. Bisa jadi karena anak Bali, kesadaran belajar bahasa Inggris menjadi tinggi. Sehingga bolehlah dibilang, Balawan adalah salah seorang musisi kita yang begitu lancar berbahasa Inggris.

Lantas kenapa?

Dalam ilmu komunikasi, bahasa menjadi hal yang sangat penting. Mampu berbahasa yang dimengerti mayoritas orang, akan memudahkan kita menyampaikan isi pernyataan (inti dari apa yang ingin kita sampaikan). Maka seperti laporan rekan kami Agem Raharjo dari San Francisco, ketika Balawan dihadapkan dengan pengunjung dan membahas banyak hal, dia bisa sambil bercanda-canda dan membuat orang tertawa renyah.

Mereka, mengerti apa yang disampaikan Balawan. Balawan mengerti apa yang hendak disampaikan dan melalui pemilihan kata-kata macam apa yang dimengerti banyak orang.

Lewat kemampuan berbahasa, orang tidak hanya kagum pada musik Balawan, tapi juga kagum pada apa yang diceritakan Balawan dengan lancar, dengan bahasa yang sangat mereka mengerti.

Bahasa kecil? Tapi penting bung!

2 komentar:

  1. Memang.

    Komandan, Ikatan Alumni SMP Negeri I Pangururan, setelah "sukses" menggelar Lomba Karya Tulis dan penyerahan hadiah sudah dilakukan 25/2, ada maksud untuk menggelar Lomba Berpidato dalam bahasa Inggeris. Yah, sebutlah, agar orang Samosir kelak bisa berpidato di PBB untuk menjelaskan betapa pentingnya manusia yang hidup di sekitarnya memperhatikan kehidupan alam sekitar...sehingga hutan-hutan di sana tidak asal ditebang, dan lebih daripada itu, ada keinginan untuk menanam dan menanam bibit pohon...

    Lae, bersedialah, mengembangkan tulisan ini, dan jika boleh, saya copy untuk saya bagikan ke seluruh siswa SMP Negeri I, ada kurang lebih 1.000 orang.

    Terima kasih Katua.

    BalasHapus