Sabtu, 12 Maret 2011

Ganja

Beberapa tahun lalu, sebuah band asal Lampung membuat kejutan. Lagu mereka dibajak habis-habisan, dan mereka terkenal, sampai akhirnya masuk jalur industri, ditangani management yang genah dan produser bertangan dingin.

Banyak komentar tentang mereka. Karya yang pas-pasan (tapi begitu diminati pecinta musik Idonesia), berpanggung yang seadanya dan sebagainya. Tapi mereka melaju. Setidaknya sampai hari ini mereka selalu membuat kejutan. Lepas dari nilai karya yang disodorkan, nyatanya mereka menjadi idola bagi sebagian kelompok pecinta musik pop negeri ini.

Lalu, ketika kehidupan mereka terkuak, simpatik makin mengalir. Reality tentang kehidupan mereka yang begitu pilu sering menjadi barang eksploitasi di layar kaca. Bekas tukang bangunan, tukang es keliling dan lain sebagainya. Itu realnya. Tapi nasib siapa yang tahu?

Langkah mereka terus melaju. Riak-riak pun bermunculan. Vokalisnya cerai. Memukul orang. Ini dilema, hiasan hidup baru band ini. Lalu seorang personelnya keluar. Lalu......

Banyak ''lalu'' bermunculan.

Tapi di sisi lain, mereka menjadi inspirasi bagi kalangan bawah. Yang selama ini menganggap dunia panggung hanya mimpi, mereka membuktikan itu bisa nyata.

Masalahnya, Sabtu subuh (12/3), markas band bernama Kangen Band itu digerebek yang berwajib di bilangan Cibubur, Jakarta TImur. Semua personel dan kru serta teman sebanyak 10 orang diciduk. Dari markas mereka disita 30 gram ganja kering dan 3 pot ganja yang ditanam setinggi 3-4 cm.

Jadilah Kangen Band pesakitan saat ini. Secara intensif diperiksa pihak kepolisian.

Menyedihkan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar