Sepanjang menahan sakit, yang kurasa sakit hanya kakiku. Nggak mau menjalar ke mana-mana (walau sempat dirawat karena persoalan lain, kebanyakan makan obat penahan sakit). Sepanjang masa penantian yang menjemukan itu, aku mencoba mencoret-coretkan apa yang ada di pikiran dan batinku. Setiap ada sunyi, aku menulis. Tulisan itu tersimpan rapi di laptopku. Dan hari ini, setelah setahun operasi kaki, dan aku sudah mulai berjalan normal kembali dengan 16 mur penahan besi permanen di kakiku. Aku kembali membaca coretan-coretan yang satupun tak kukusih judul. Barangkali menarik untuk dibaca, atau malah dibahas?
1
kembali masuki arena
tegakkan dada, tegapkan langkah
berjalan was-was, menatap awas
pompa semangat, libas tantangan, susun rancangan
selama nadi berdetak, jantung berdegup
tetaplah jadi penakluk
sebab hidup untuk ditaklukkan
selamat pagi matahari
selamat pagi semua
aku datang
dan selalu untuk menang
2
...
Bukan ini duniaku
Bukan ini keseharianku
Bukan ini nasibku
Wahai...........
3
29
nyanyian sore
adalah rindu.
ingin menatap
mataMu yang teduh
dan kutebar rinduku
di dalamnya
dalam teduhMu
aku ingin melepas
semua lelah dan gundahku
Lelap dalam dekapanMu
dalam teduhMu
30
Nyanyian pagi ini
adalah nyanyian hati
yang bergairah
ditemani matahari
yang cerah
dan tentu saja
berharap dan berdoa
kita semua
diberi-Nya berkah
yang berlimpah
Jakarta - Bogor 23 Desember 2009 - Juni 2010






